Information as a concept has a diversity of meanings, from everyday usage to technical settings. Generally speaking, the concept of information is closely related to notions of constraint, communication, control, data, form, instruction, knowledge, meaning, mental stimulus, pattern, perception, and representation. Many people speak about the Information Age as the advent of the Knowledge Age[citation needed][weasel words] or knowledge society, the information society, the Information revolution, and information technologies, and even though informatics, information science and computer science are often in the spotlight, the word "information" is often used without careful consideration of the various meanings it has acquired.Contents [hide] 1 Etymology 2 Information as a message 2.1 Measuring information entropy 3 Information as a pattern 4 Information as sensory input 5 Information as an influence which leads to a transformation 6 Information as a property in physics 7 Information as records 8 Information and semiotics 9 References 10 Further reading 11 See also 12 External links
Searching the net boosts brain activity
Boffins have found that searching the internet can stimulate and improve brain function. Tests showed that typing searches and clicking on links triggers key centers in the brain that control decision-making and complex reasoning. The researchers from the University of California Los Angeles used a sample of 55-76 year-olds and performed fMRI brain scans on them as they used the web or read a book. Compared to people who do not go online very often, web-savvy internet surfers registered increased activity in the frontal, temporal and cingulate areas of the brain, apparently that’s good. However you should not use this as an excuse to spend your free time searching for online porn rather than reading Proust - a daily dilemma I know many of you have. Scientists discovered that during Internet searching, those with a good level of experience sparked 21,782 voxels - the tiniest measurable unit of brain activity - compared with only 8,646 voxels for those with less experience. Neuroscience Professor Dr. Gary Small said: "The study results are encouraging, that emerging computerized technologies may have physiological effects and potential benefits for middle-aged and older adults. "A simple, everyday task like searching the Web appears to enhance brain circuitry in older adults, demonstrating that our brains are sensitive and can continue to learn as we grow older."
Jaringan nirkabel atau yang sering disebut dengan wireless network cukup mudah untuk di set up, dan juga terasa sangat nyaman, terutama jika kita menginginkan agar bisa berjalan jalan keliling rumah atau kantor dengan komputer portable tetapi tetap bisa tetap mengakses jaringan internet. Namun, karena wireless menggunakan gelombang, maka akan lebih mudah untuk di-hack daripada koneksi yang menggunakan kabel. Ada beberapa tips disini untuk mengamankan wireless network. Adapun langkah langkahnya sebagai berikut 1. Memakai enkripsi. Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAPs) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. Meskipun banyak WAP telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di securitynya, dan seorang hacker yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk men-set metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, dia tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan pakai 128-bit WEP dibandingkan dengan yang 40-bit. 2. Gunakan enkripsi yang kuat. Karena kelemahan kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA) juga. Untuk memakai WPA, WAP harus men-supportnya. Sisi client juga harus dapat men-support WPA tsb. 3. Ganti default password administrator. Kebanyakan pabrik menggunakan password administrasi yang sama untuk semua WAP produk mereka. Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh para hacker, yang nantinya dapat menggunakannya untuk merubah setting di WAP anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi WAP adalah mengganti password default tsb. Gunakan paling tidak 8 karakter, kombinasi antara huruf dan angka, dan tidak menggunakan kata kata yang ada dalam kamus. 4. Matikan SSID Broadcasting. Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari WAP akan di broadcast. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network tsb, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agak dapat terkoneksi dengan network tsb. 5. Matikan WAP saat tidak dipakai. Cara yang satu ini kelihatannya sangat simpel, tetapi beberapa perusahaan atau individual melakukannya. Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi intruder untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak dipakai. 6. Ubah default SSID. Pabrik menyediakan default SSID. Kegunaan dari mematikan broadcast SSID adalah untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita. 7. Memakai MAC filtering. Kebanyakan WAP (bukan yang murah murah tentunya) akan memperbolehkan kita memakai filter media access control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat “white list” dari computer computer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing masing pc. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak. Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi seorang hacker melakukan sniffing paket yang kita transmit via wireless network dan mendapatkan MAC address yang valid dari salah satu user, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan spoof. Tetapi MAC filtering akan membuat kesulitan seorang intruder yang masih belum jago jago banget. 8. Mengisolasi wireless network dari LAN. Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya adalah memasang firewall antara wireless network dan LAN. Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi. 9. Mengontrol signal wireless 802.11b WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antenna omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket WAP setandard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari intruder. Sebagai tambahan, ada beberapa WAP yang bisa di setting kekuatan sinyal dan arahnya melalui config WAP tsb. 10. Memancarkan gelombang pada frequensi yang berbeda. Salah satu cara untuk bersembunyi dari hacker yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekwensi yang berbeda (yaitu di frekwensi 5 GHz), NIC yang di desain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tsb.
Bulan penuh berkah dan rahmat serta bulan pembinaan kaum muslimin menuju derajat takwa. “Hai orang−orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang−orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al Baqarah: 183).
Bulan Ramadhan senantiasa datang pada saat yang tepat. Pada saat umat Islam membutuhkan kekuatan iman dan ruhiyah untuk menghadapi kondisi−kondisi sulit dan berat dalam kehidupan mereka.
Dengan datangnya bulan Ramadhan, Allah SWT memberikan bantuan dan sekaligus hiburan kepada umat Islam dalam menghadapi kondisi berat, sehingga dapat keluar dari permasalahan yang berat dan sulit tersebut.
Memasuki momentum Ramadhan yang sangat baik ini, umat Islam harus mempersiapkan dengan baik sehingga tujuan Ramadhan dapat tercapai, yaitu terealisirnya ketakwaan. Ketakwaan merupakan kunci pembuka pintu rahmat Allah SWT, jalan keluar dan solusi atas segala krisis multidimensional.
Puasa di bulan Ramadhan adalah pelatihan dan pendidikan bagi umat muslim yang langsung datang dari Allah yang Maha Mengetahui kemaslahatan mereka. Menahan diri dari makan dan minum dan syahwat di siang hari agar terlatih untuk menahan diri dari nafsu serakah, tamak dan rakus serta menahan diri dari segala kemaksiatan yang dilarang oleh Allah SWT.
Dan puasa di bulan Ramadhan adalah sarana yang paling efektif untuk mendidik manusia menjadi insan yang bertakwa. Sehingga mereka memiliki keberanian untuk merealisasikan Syariah Islam dalam kehidupan pribadi dan sosial.
Lalu apa yang harus kita persiapkan untuk memasuki bulan Ramadhan, agar Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun lalu, diantaranya:
Pertama, memperkuat kerinduan dan kecintaan terhadap bulan suci Ramadhan dan rasa harap untuk dapat menikmati keutamaannya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik berkata: Rasulullah saw. jika sudah masuk bulan Rajab senantiasa berdoa: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan” (HR At−Tirmidzi dan Ad−Darimi).
Kedua, menyiapkan diri dengan baik, persiapan hati, persiapan akal dan persiapan fisik. Persiapan hati dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al−Quran, shaum sunnah, dzikir, doa, dan lainnya.
Persiapan akal dengan mendalami ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Dan persiapan fisik dengan menjaga kesehatan, kebersihan rumah dan lingkungan. Dan juga menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan serta ibadah lainnya.
Ketiga, merencanakan peningkatan prestasi ibadah pada bulan Ramadhan tahun ini dari tahun lalu, baik perencanaan yang bersifat umum maupun perencanaan bersifat rinci. Seperti peningkatan dalam tilawah, hafalan, pemahaman dan pengamalan Al−Quran.
Keempat, mengutamakan ukhuwah Islamiyah serta persatuan umat Islam dan mengsisi ibadah Ramadhan dengan tetap komitmen pada Al−Quran dan Sunnah. Karena ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam jauh lebih penting dari ibadah−ibadah sunnah dan perbedaan pendapat tetapi menimbulkan perpecahan.
Kelima, melaksanakan ibadah puasa (shaum) dengan hati yang ikhlas dan memperhatikan segala adab serta sunnah−sunnahnya. Menghiasi Ramadhan dengan shalat tarawih, tilawah Al Qur−an, memperbanyak dzikir dan doa, membayar zakat, infak dan melakukan I’tikaaf pada sepuluh hari terakhir (asyrul awakhir).
Keenam, menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat), dengan memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak−hak mereka.
Ketujuh, menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah dan Syahrud Dakwah (Bulan Pendidikan dan Dakwah). Diantara ciri khas bulan Ramadhan adalah tumbuh suburnya suasana ke−Islaman disemua tempat. Umat Islam mempunyai kesempatan lebih banyak untuk beribadah.
Puasa merupakan sarana yang sangat efektif untuk menahan segala kecenderungan negatif dan memotivasi untuk melakukan semua bentuk kebaikan. Sehingga peluang tarbiyah dan dawah di bulan Ramadhan lebih terbuka dan lebih luas.
Kedelapan, mengambil keberkahan Ramadhan semaksimal mungkin, termasuk dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan pemberdayaan umat, dengan melakukan aktifitas positif, seperti; bazar amal, membuka pasar−pasar alternatif, penggalangan dana, penumbuhan produk pribumi, peningkatan investasi sesama umat Islam, memunculkan kreatifitas di bidang seni budaya, dan lainnya.
Kesempatan datangnya Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri sehingga perubahan−perubahan yang diharapkan dapat berlangsung dengan baik. Semoga Allah SWT senantiasa menerima shaum dan amal shaleh lainnya
Dengan Ramadhan, mari kita bangkitkan semangat beribadah kita sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera. Wallahu’alam.
Imsakiyah Ramadhan 1429 H Kota Bandung
| Imsakiyah Ramadhan 1429 H (Untuk Kota Bandung 6°57′ LS 107°34′ BT GMT +7) |
| Tgl | Imsak | Shubuh | Terbit | Dhuhur | Ashr | Maghrib | Isya’ |
| 1 | 04:24 | 04:34 | 05:47 | 11:52 | 15:10 | 17:52 | 19:01 |
| 2 | 04:23 | 04:33 | 05:47 | 11:51 | 15:09 | 17:52 | 19:01 |
| 3 | 04:23 | 04:33 | 05:46 | 11:51 | 15:09 | 17:52 | 19:01 |
| 4 | 04:23 | 04:33 | 05:46 | 11:51 | 15:08 | 17:52 | 19:01 |
| 5 | 04:22 | 04:32 | 05:45 | 11:50 | 15:08 | 17:52 | 19:00 |
| 6 | 04:22 | 04:32 | 05:45 | 11:50 | 15:07 | 17:51 | 19:00 |
| 7 | 04:21 | 04:31 | 05:44 | 11:50 | 15:06 | 17:51 | 19:00 |
| 8 | 04:21 | 04:31 | 05:44 | 11:49 | 15:06 | 17:51 | 19:00 |
| 9 | 04:20 | 04:30 | 05:43 | 11:49 | 15:05 | 17:51 | 18:59 |
| 10 | 04:20 | 04:30 | 05:43 | 11:49 | 15:04 | 17:51 | 18:59 |
| 11 | 04:19 | 04:29 | 05:42 | 11:48 | 15:04 | 17:50 | 18:59 |
| 12 | 04:19 | 04:29 | 05:42 | 11:48 | 15:03 | 17:50 | 18:59 |
| 13 | 04:18 | 04:28 | 05:41 | 11:48 | 15:02 | 17:50 | 18:59 |
| 14 | 04:18 | 04:28 | 05:41 | 11:47 | 15:01 | 17:50 | 18:58 |
| 15 | 04:17 | 04:27 | 05:40 | 11:47 | 15:01 | 17:50 | 18:58 |
| 16 | 04:17 | 04:27 | 05:40 | 11:47 | 15:00 | 17:50 | 18:58 |
| 17 | 04:16 | 04:26 | 05:39 | 11:46 | 14:59 | 17:49 | 18:58 |
| 18 | 04:16 | 04:26 | 05:39 | 11:46 | 14:58 | 17:49 | 18:58 |
| 19 | 04:15 | 04:25 | 05:38 | 11:46 | 14:58 | 17:49 | 18:57 |
| 20 | 04:15 | 04:25 | 05:38 | 11:45 | 14:57 | 17:49 | 18:57 |
| 21 | 04:14 | 04:24 | 05:37 | 11:45 | 14:56 | 17:49 | 18:57 |
| 22 | 04:14 | 04:24 | 05:36 | 11:44 | 14:55 | 17:48 | 18:57 |
| 23 | 04:13 | 04:23 | 05:36 | 11:44 | 14:54 | 17:48 | 18:57 |
| 24 | 04:13 | 04:23 | 05:35 | 11:44 | 14:53 | 17:48 | 18:56 |
| 25 | 04:12 | 04:22 | 05:35 | 11:43 | 14:53 | 17:48 | 18:56 |
| 26 | 04:12 | 04:22 | 05:34 | 11:43 | 14:52 | 17:48 | 18:56 |
| 27 | 04:11 | 04:21 | 05:34 | 11:43 | 14:51 | 17:47 | 18:56 |
| 28 | 04:10 | 04:20 | 05:33 | 11:42 | 14:50 | 17:47 | 18:56 |
| 29 | 04:10 | 04:20 | 05:33 | 11:42 | 14:49 | 17:47 | 18:56 |
| 30 | 04:09 | 04:19 | 05:32 | 11:42 | 14:48 | 17:47 | 18:56 |
| :: Arah kiblat | |
| Untuk Kota : Bandung 6°57′ LS 107°34′ BT (GMT +7) Arah kiblat: 295°11"23′ Jarak : 7795.336 Km |
|
Catatan :
|
| imsak ver 0.7.3 © 2004-2008 by Cahya DSN |
Imsakiyah Ramadhan 1429 H Kota Jakarta
| Imsakiyah Ramadhan 1429 H (Untuk Kota JAKARTA 6°10′ LS 106°49′ BT GMT +7) |
| Tgl | Imsak | Shubuh | Terbit | Dhuhur | Ashr | Maghrib | Isya’ |
| 1 | 04:27 | 04:37 | 05:50 | 11:55 | 15:13 | 17:55 | 19:04 |
| 2 | 04:26 | 04:36 | 05:50 | 11:54 | 15:12 | 17:55 | 19:04 |
| 3 | 04:26 | 04:36 | 05:49 | 11:54 | 15:12 | 17:55 | 19:04 |
| 4 | 04:26 | 04:36 | 05:49 | 11:54 | 15:11 | 17:55 | 19:04 |
| 5 | 04:25 | 04:35 | 05:48 | 11:53 | 15:11 | 17:55 | 19:03 |
| 6 | 04:25 | 04:35 | 05:48 | 11:53 | 15:10 | 17:54 | 19:03 |
| 7 | 04:24 | 04:34 | 05:47 | 11:53 | 15:09 | 17:54 | 19:03 |
| 8 | 04:24 | 04:34 | 05:47 | 11:52 | 15:09 | 17:54 | 19:03 |
| 9 | 04:23 | 04:33 | 05:46 | 11:52 | 15:08 | 17:54 | 19:02 |
| 10 | 04:23 | 04:33 | 05:46 | 11:52 | 15:07 | 17:54 | 19:02 |
| 11 | 04:22 | 04:32 | 05:45 | 11:51 | 15:07 | 17:53 | 19:02 |
| 12 | 04:22 | 04:32 | 05:45 | 11:51 | 15:06 | 17:53 | 19:02 |
| 13 | 04:21 | 04:31 | 05:44 | 11:51 | 15:05 | 17:53 | 19:02 |
| 14 | 04:21 | 04:31 | 05:44 | 11:50 | 15:04 | 17:53 | 19:01 |
| 15 | 04:20 | 04:30 | 05:43 | 11:50 | 15:04 | 17:53 | 19:01 |
| 16 | 04:20 | 04:30 | 05:43 | 11:50 | 15:03 | 17:53 | 19:01 |
| 17 | 04:19 | 04:29 | 05:42 | 11:49 | 15:02 | 17:52 | 19:01 |
| 18 | 04:19 | 04:29 | 05:42 | 11:49 | 15:01 | 17:52 | 19:01 |
| 19 | 04:18 | 04:28 | 05:41 | 11:49 | 15:01 | 17:52 | 19:00 |
| 20 | 04:18 | 04:28 | 05:41 | 11:48 | 15:00 | 17:52 | 19:00 |
| 21 | 04:17 | 04:27 | 05:40 | 11:48 | 14:59 | 17:52 | 19:00 |
| 22 | 04:17 | 04:27 | 05:39 | 11:47 | 14:58 | 17:51 | 19:00 |
| 23 | 04:16 | 04:26 | 05:39 | 11:47 | 14:57 | 17:51 | 19:00 |
| 24 | 04:16 | 04:26 | 05:38 | 11:47 | 14:56 | 17:51 | 18:59 |
| 25 | 04:15 | 04:25 | 05:38 | 11:46 | 14:56 | 17:51 | 18:59 |
| 26 | 04:15 | 04:25 | 05:37 | 11:46 | 14:55 | 17:51 | 18:59 |
| 27 | 04:14 | 04:24 | 05:37 | 11:46 | 14:54 | 17:50 | 18:59 |
| 28 | 04:13 | 04:23 | 05:36 | 11:45 | 14:53 | 17:50 | 18:59 |
| 29 | 04:13 | 04:23 | 05:36 | 11:45 | 14:52 | 17:50 | 18:59 |
| 30 | 04:12 | 04:22 | 05:35 | 11:45 | 14:51 | 17:50 | 18:59 |
| :: Arah kiblat | |
| Untuk Kota : JAKARTA 6°10′ LS 106°49′ BT (GMT +7) Arah kiblat: 295°08"59′ Jarak : 7710.029 Km |
|
Catatan :
|
| imsak ver 0.7.3 © 2004-2008 by Cahya DSN |